Semarang, GMKI - BPC GMKI Semarang mengadakan diskusi seminar
mengenai Oikumenisme dan Nasionalisme pada Desember (15/12/2013) setelah
dua hari sebelumnya mengadakan Masa Perkenalan Anggota GMKI Semarang.
Adapun maper tersebut melantik sebanyak 12 orang anggota baru GMKI
Semarang. Hadir sebagai pembicara dalam seminar adalah Bung Pdt.
Rudiyanto, MTh -seorang dosen dari STT Abdiel, Ungaran.
Dalam kesempatan tersebut, Bung Rudianto -demikian pendeta yang
bersahaja tersebut kerap disapa, mengawali paparannya dengan mengutip
Mazmur 122 yang merupakan nyanyian ziarah Daud mengenai doa sejahtera
untuk Jerusalem. Mazmur tersebut berbicara mengenai kekeramatan sebuah
kota bagi Yahudi pada masanya. Relevansinya adalah bagaimana
signifikansi kota bagi situasi umat dan bangsa. Berdasarkan mazmur
tersebut disimpulkan ada tiga hal yaitu keamanan (ayat 3), persatuan
berdasarkan konsensus (ayat 4) dan keadilan serta supremasi hukum (ayat
5).
Dan kemudian muncullah retorika yang mempertanyakan apakah ketiga
aspek tersebut merupakan satu kesatuan atau dapat berdiri sendiri? Dalam
konteks mazmur, lanjutnya, tentulah keamanan, persatuan dan keadilan
tersebut terwujud berdasarkan interpretasi “kepentingan rezim” dinasti
Daud. Pertanyaan reflektif yang timbul kemudian adalah bagaimana dengan
Indonesia.
Sentuhan “Baru”
Melalui tulisannya yang berjudul Gerakan Ekumene dan Nasionalisme, ia
mencoba menganalisis dan menjawab pertanyaan reflektif tersebut.
Nasionalisme kaum muda terpelajar Kristen kiranya dibangun tidak lagi
menggunakan sudut pandang borjuasi-penguasa yang secara historis
melatarbelakangi perjalanan nasionalisme bangsa Indonesia. Nasionalisme
Indonesia harus ditempatkan pada posisinya yang sebenarnya yaitu
perspektif kerakyatan yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan
seluruh rakyat tanpa pandang bulu.
Dengan cara yang sama, gerakan oikumene dengan sentuhan Keesaan Tubuh
Kristus, dipahami dalam rangka perwujudan kasih dan solidaritas yang
mempertemukan semua pihak yang berkomitmen untuk mengakhiri penindasan
dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kegiatan yang dihadiri setidaknya 30 peserta yang merupakan anggota
GMKI Semarang tersebut berlangsung penuh antusiasme. Kemudian dilanjut
dengan diskusi kebangsaan yang dibawakan oleh Ketua Bidang Politik Dalam
Negeri Kesbangpol dan Linmas, Jawa Tengah yang juga senior GMKI
Semarang Charles Dae Pane.
Makalah dapat diunduh disini.
Selasa, 08 September 2015
Langganan:
Komentar
(
Atom
)